Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Benang Sering Putus Saat Menjahit? Ini 6 Penyebab dan Cara Mudah Mengatasinya!
Bagi anda yang baru belajar menjahit atau sedang menyelesaikan proyek pakaian di rumah, tidak ada yang lebih menyebalkan daripada benang jahit yang tiba-kira putus di tengah jalan. Baru menjahit beberapa sentimeter, tek! Benang putus lagi.
Masalah ini tidak hanya membuat hasil jahitan jadi tidak rapi, tetapi juga bisa membuat mood menjahit jelek dan menguras waktu anda.
Jangan buru-buru menyalahkan mesin jahit anda atau membawanya ke tukang servis. Sering kali, masalah ini disebabkan oleh hal-hal sepele yang bisa anda perbaiki sendiri dalam hitungan menit. Yuk, cek 5 penyebab utama benang sering putus dan cara mengatasinya berikut ini!
1. Pemasangan Benang (Threading) yang Keliru
Ini adalah kesalahan nomor satu yang paling sering terjadi, terutama bagi pemula. Jika benang melewati jalur yang salah atau ada satu pengait yang terlewat, tegangan benang akan menjadi tidak stabil dan menyebabkannya mudah putus.
> Solusinya: Cabut seluruh benang dari mesin, lalu pasang kembali dari awal secara perlahan. Pastikan anda mengikuti panduan jalur benang pada mesin jahit anda dengan tepat saat posisi sepatu mesin (presser foot) sedang dinaikkan.
2. Tegangan Benang (Tension) Terlalu Kencang
Setiap mesin jahit memiliki piringan pengatur tegangan benang (tension dial). Jika angka tegangan diatur terlalu tinggi, benang akan ditarik terlalu kuat saat jarum bergerak naik-turun, sehingga benang tidak kuat menahan tarikan dan akhirnya putus.
> Solusinya: Coba turunkan angka pengaturan tegangan benang anda satu tingkat demi satu tingkat (misalnya dari angka 5 ke 4 atau 3). Uji coba jahitan pada kain perca sampai anda menemukan tarikan yang pas dan seimbang.
3. Kondisi Jarum Mesin Sudah Tumpul atau Bengkok
Jarum jahit yang sudah sering digunakan lama-kelamaan akan tumpul, tergores, atau bahkan sedikit bengkok tanpa kita sadari. Jarum yang rusak ini akan menggesek benang hingga berserabut dan putus, serta bisa merusak serat kain anda.
> Solusinya: Biasakan untuk mengganti jarum secara berkala (idealnya setiap setelah menyelesaikan satu atau dua proyek pakaian besar). Selalu pastikan ukuran jarum sesuai dengan ketebalan kain yang sedang anda jahit.4. Kualitas Benang yang Kurang Bagus
Tidak semua benang diciptakan sama. Benang yang murah atau sudah terlalu lama disimpan biasanya memiliki serat yang rapuh, berdebu, dan memiliki ketebalan yang tidak rata. Benang seperti ini sangat mudah putus saat terkena kecepatan mesin jahit.
> Solusinya: Investasikan sedikit lebih banyak uang untuk membeli benang berkualitas dari merek yang sudah terpercaya. Benang 100% poliester biasanya jauh lebih kuat dan elastis untuk mesin jahit modern. Contohnya seperti merek astra, extra dan yamalon.
![]() |
| Gambar: Benang Jahit Extra |
5. Ukuran Jarum dan Benang Tidak Serasi
Jika anda menggunakan benang yang tebal (seperti benang jeans) tetapi memakai jarum berukuran kecil (seperti ukuran 9 atau 11), benang akan tersangkut di lubang jarum karena jalurnya terlalu sempit. Gesekan yang dipaksakan ini akan langsung memutuskan benang.
> Solusinya: Gunakan rumus keserasian jarum dan kain. Untuk kain tipis gunakan jarum nomor 9-11, kain sedang (katun) gunakan nomor 13-14, dan kain tebal (denim/canvas) gunakan nomor 16-18.
6. Bagian Sekoci (Bobbin Case) yang Tajam atau Tergores
Tidak hanya jarum yang bisa rusak, sekoci atau wadah untuk kumparan benang juga bisa mengalami aus seiring berjalannya waktu. Jika jarum pernah patah atau membentur area sekoci, benturan tersebut bisa meninggalkan goresan tipis, gumpalan besi kecil, atau ujung yang tajam. Saat benang bawah berputar melewati area tersebut, benang akan tersangkut atau teriris oleh bagian yang tajam hingga akhirnya putus.
> Solusinya: 1. Keluarkan sekoci dari dalam mesin, lalu raba permukaannya secara perlahan menggunakan ujung jari Anda. 2. Jika Anda merasakan ada bagian yang kasar, tajam, atau tergores, Anda bisa menghaluskannya dengan sangat hati-hati menggunakan amplas besi yang paling halus (ukuran 1000 atau lebih). 3. Namun, jika goresan atau kerusakannya sudah terlalu dalam, jalan terbaik adalah mengganti sekoci tersebut dengan yang baru agar aliran benang kembali lancar.
Kesimpulan
Menghadapi benang yang sering putus memang butuh sedikit kesabaran. Namun dengan memeriksa kelima poin di atas satu per satu, anda biasanya bisa langsung menemukan "tersangka" utamanya tanpa perlu mengeluarkan biaya servis.
Kunci utamanya adalah tetap tenang, cek jalur benang, dan pastikan kondisi jarum serta benang anda selalu dalam keadaan prima sebelum mulai menjahit.
Punya masalah mesin jahit lain yang bikin pusing? Tulis di kolom komentar, ya! Mari kita bahas bersama di artikel selanjutnya.


Komentar
Posting Komentar